Kamis, 25 Oktober 2012

MIMPI MENURUT ISLAM

Mimpi merupakan sesuatu yang ghaib. Setiap manusia pasti telah merasakannya, ia datang tidak terduga, kadang diharapkan kehadirannya dan kadang tidak. Bagi sebagian orang mimpi dianggap sebagai bunga tidur, boleh jadi ungkapan itu untuk menunjukkan antara mimpi dan kenyataan tidak ada kaitan sama sekali. Setiap kali bermimpi dalam tidur akan berlalu begitu saja. Mimpi hanyalah hiasan manis dalam tidur tergantung kondisi psikologis orang yang bersangkutan.Tetapi tidak sedikit orang yang mempercayaai bahwa mimpi-mimpi tertentu merupakan isyarat baik dan buruk yang akan menimpa diri seseorang. Sehingga bagi mereka yang pernah bermimpi berusaha mencari tahu gerangan apa yang bakal terjadi dalam kehidupannya, baik atau buruk.
Dalam pandangan Islam tidak semua mimpi mengandung kebenaran. Mimpi para nabi dan kekasih Allah (awliya) adalah mimpi yang merupakan wahyu dari Allah, yang benar dan sakral. Mimpi orang-orang salih hampir selalu benar dan bermakna. Rasulullah SAW bersabda “Mimpi yang benar merupakan satu bagian dari empat puluh enam cabang kenabian.”  “Mimpi yang baik dari seorang laki-laki yang shaleh adalah satu bagian dari 46 bagian kenabian. (H. R. Bukhari)
Berdasarkan hadist tersebut, menurut Rasulullah yang dinyatakan Abu Ameenah Bilal Philips dalam Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur’an dan Sunnah terdapat tiga sumber utama mimpi sebagai berikut :
  1. Allah SWT.
  2. Syaitan.
  3. Manusia.
Beliau juga menjelaskan berbagai karakteristik utama masing-masing kategori agar para pengikut beliau bisa membedakan antara mimpi-mimpi tersebut dan memahami bagaimana mimpi-mimpi itu bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Rasulullah bersabda : “Ada tiga jenis mimpi- mimpi yang benar merupakan kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyebabkan kesedihan berasal dari syaitan, dan mimpi dari pengembaraan pikiran manusia. (H. R. Muslim)
Dengan demikian,  mimpi yang baik adalah berita gembira dari Allah, bahkan ia dianggap sebagai dari kenabian. Sebagimana mimpi yang dialami oleh para Nabi, orang-orang shaleh dan semisalnya. Mimpi tersebut juga berlaku pada selain mereka, tetapi sangat jarang terjadi. Kedua, mimpi yang buruk (dari syaitan) dan ia terdiri dari beberapa macam. Di antaranya berupa penakut-nakut dan permainan setan untuk membuat sedih anak Adam. Rasulullah bersabda : “Jika Syaitan mempermainkan salah seorang di antara kamu dalam tidur (mimpinya) maka sekali-kali janganlah ia menceritakannya kepada orang lain. (H. R. Muslim).
Beberapa hal yang perlu diketahui berkaitan dengan mimpi yang bersumber dari setan:
a.       Bahwa semua mimpi yang mengandung kesedihan sumbernya adalah dari setan. Tidak ada gunanya menafsirkan mimpi-mimpi tersebut secara positif karena tidak bersal dari Allah, tetapi mimpi buruj dimaksudkan untuk menyesatkan umat manusia.
b.      Bahwa orang yang mengalami mimpi buruk hendkalah meludah ke kiri tubuhnya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan Allah.
c.       Bahwa kita bisa mengucapkan doa untuk memohon perlindungan kepada Allah dengan membaca “ A’uudzubillahi minas syaithonir rojiim”.
d.      Bahwa kita bisa bangu tidur dan melaksanakan shalat sunnah dua raka’at atau lebih.
e.       Bahwa mimpi-mimpi semacam itu todak boleh diceritakan kepada siapapun.


Sedangkan mimpi yang bersumber dari manusia ialah gambaran yang merefleksikan berbagai pikiran atau perbuatan manusia. Perilakunya ketika sadar disampaikan kepada hatinya, lalu dia melihat perilaku tersebut di dalam mimpi. Mimpi yang bersumber dari manusia merupakan mimpi-mimpi yang tidak mempunyai arti apa-apa. Mimpi-mimpi tersebut bukan merupakan tanda gembira dari Allah ataupun nasihat-nasihat jahat dari setan

0 komentar:

Poskan Komentar

Forum Guru Indonesia

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More