ASYIK TERNYATA DANA BOS SMA SMK NAIK

Posted by FORUM GURU INDONESIA on Friday, January 1, 2016

Ada perbedaan signifikan terkait dengan dana bantuan operasional sekolah (BOS) SMA/SMK pada 2016 mendatang. Perbedaannya dari segi besaran dan penyaluran. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman menjelaskan, alur penyaluran dana BOS SMA/SMK pada 2016 lebih ringkas. 

Di menjelaskan, sebelumnya, pencairan dilakukan pemerintah pusat ke sekolah. Nah, pada tahun depan, prosesnya dilaksanakan pemerintah provinsi. ''Dari pemprov langsung dicairkan ke sekolah,'' ungkapnya.

Pencairan awalnya dilaksanakan setiap semester. Ke depan, dana BOS dicairkan setiap tiga bulan atau triwulan. Dasar pencairannya, lanjut Saiful, menggunakan data pokok pendidikan dasar dan menengah (dapodikdasmen).Mengacu surat Ditjen Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7131/D/KU/2015 tentang persiapan pelaksanaan BOS 2016, pencairan dana BOS triwulan pertama (Januari-Maret) didasarkan pada dapodikdasmen 15 Desember 2015. Triwulan kedua (April-Juni) didasarkan pada dapodikdasmen 1 Maret 2016. Triwulan ketiga (Juli-September) memakai dasar dapodikdasmen 1 Juni 2016. Triwulan keempat (Oktober-Desember) didasarkan pada dapodikdasmen 21 September 2016. Selanjutnya, dinas pendidikan provinsi membuat SK dan menyalurkan BOS sesuai dengan juknis yang ditetapkan. 




Saat ini, pihaknya sedang melakukan sosialisasi. Saiful mengakui, sosialisasi belum dilakukan secara menyeluruh. Sebab, ketentuan tersebut masih baru. ''Secara bertahap, kami sosialisasikan,'' bebernya.

ASYIK TERNYATA DANA BOS  SMA SMK TAHUN 2016 NAIK, Karena selain adanya perubahan pencairan, besaran dana BOS SMA/SMK bertambah pada 2016. Yakni, dari Rp 1,2 juta per siswa per tahun pada 2015 menjadi Rp 1,4 juta per siswa per tahun pada 2016. Dengan demikian, ada kenaikan Rp 200 ribu per siswa. 

Dengan kenaikan itu, total dana BOS yang dikelola dinas pendidikan provinsi bertambah. Sebab, selain mengelola dana BOS SD dan SMP, provinsi akan mengelola dana BOS SMA/SMK. 

Saat ini, dana BOS SD dan SMP di Jawa Timur selama setahun mencapai Rp 3,75 triliun. Jika ditambah SMA sederajat, dana yang dikelola provinsi pada 2016 bisa lebih dari Rp 4,5 triliun. 

Terkait dengan hal itu, Saiful mengimbau sekolah-sekolah meng-update data semester ganjil 2015-2016. Selain itu, mereka memperbarui aplikasi dapodik SMA/SMK sehingga data yang disajikan benar-benar valid. 

Kepala SMKN 2 Djoko Pratmodjo mengungkapkan, pihaknya belum mendapat sosialisasi tentang perubahan penyaluran dana BOS tersebut. Namun, dia meyakini mekanismenya tidak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. ''Itu hanya pengalihan pengelolaan,'' katanya.

Meski begitu, pihaknya sudah mengetahui bahwa pencairan dana BOS dilakukan empat kali dalam setahun. Menurut Djoko, alih kelola dana BOS itu bisa jadi merupakan bagian dari peralihan SMA/SMK yang sepenuhnya dikelola provinsi pada 2017. ''Yang jelas, kami mengikuti ketentuannya,'' jelasnya.


Kabar gembira untuk pengelola satuan pendidikan menengah SMA dan SMK terkat Kenaikan Dana BOS dirilis JPNN tanggal 1 Januari 2016 (http://www.jpnn.com/read/2016/01/01/348018/Asyik-Dana-BOS-untuk-SMA-dan-SMK-Naik-). Kemendikbud yang dipimpin Anies Baswedan mengumumkan kenaikan alokasi dana bantuan operasional sekolah (BOS). Terhitung mulai 1 Januari 2016, dana BOS di SMA dan SMK naik dari Rp 1,2 juta menjadi Rp 1,4 juta per siswa tiap tahun.

Direktur Pembinaan SMK Kemendikbud Mustaghfirin Amin mengatakan, kenaikan dana BOS itu diharapkan lebih bisa mendongkrak kualitas pembelajaran di jenjang SMK. 

"Di antaranya, bisa dioptimalkan untuk membeli peralatan praktik siswa," katanya.

Khusus untuk SMK, Mustaghfirin mengatakan bahwa penerima BOS 2016 mencapai 4.418.436 siswa di 12.984 SMK. Dengan begitu, terang dia, khusus untuk SMK, tahun depan alokasi BOS mencapai Rp 6,2 triliun. Sedangkan BOS untuk SMA disalurkan untuk 4.422.721 siswa. 


"Harapan kami, selain untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, dana BOS bisa mendukung wajib belajar 12 tahun," paparnya. Mustaghfirin mengakui, di kelompok SMK, masih ada masalah serapan tenaga kerja untuk lulusannya


Sumber: http://www.jpnn.com/



= Baca Juga =



Blog, Updated at: 12:53 AM

2 comments:

  1. kenaikan bos sma smk mestinya dibarengi perbaikan juknis, beri porsi untuk honor tenaga pegajar khisusnya non pns, sebab lebih banyak guru honor dari pada pns, sedang gajinya dari mana. Di sekolah pusing sebab ada dana tapi tidak bisa untuk honor, Kepala sekolah pusing dilapor sama lsm dan wartawan oleh guru honor arena tidak dibayar honor, lalu kalau dibayar juga melanggar juknis...

    ReplyDelete
  2. dana bos di kota bogor dan kabu paten bogor, banyak pelanggaran,orang tua siswa tidak pernah di beritahu/mendapat pemberitahuan tertulis dari sekolah. pembayaran spp masih tetap ada baik di sekolah negri maupun swasta.ini terjadi di tiungkat SMP sederajat dan SMA/smk sederajat. dan masih ada pula pungutan lain seperti dana untuk ulangan umum dan lain lain. mohon bapak MENTERI,dan para DIRJEN yag berada di KEMENDIKBUD untuk memper hatiakn hal ini.

    ReplyDelete

Search This Blog

STATISTIK BLOG

Download

Download

Download Prota, dll

------------------------------

-----------------------------

----------------------------

CB