DOWNLOAD JUKNIS PENULISAN IJAZAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015

Posted by FORUM GURU INDONESIA on Tuesday, May 19, 2015



Balitbang Kemdikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor  2380/H/TU/2015 tertanggal 4 Mei 2015 tentang Petunjuk Teknis (Juknis) Penulisan Ijazah Tahun 2014/2015. Bagi Anda yang akan mendownload Juknis Atau Pedoman Pengisisan Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015 silahkan link download yang ada pada bagian akhir tulisan ini.


Berikut ini Juknis Atau Pedoman Penulisan / Pengisian Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015

A.  Petunjuk Umum Juknis Atau Pedoman Pengisisan Blangko Ijazah Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah Tahun Pelajaran 2014/2015

1.  Ijazah untuk SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK hanya diterbitkan oleh satuan  pendidikan  yang  sudah  diakreditasi, sedang ijazah  untuk  Paket  A,  Paket  B, dan Paket C oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
2.  Ijazah dan hasil ujian/daftar nilai ujian dicetak bolak-balik, Ijazah di halaman depan dan hasil ujian/daftar nilai ujian di halaman belakang. 
3.  Ijazah  SD,  SDLB,  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK,  diisi  oleh  panitia  yang dibentuk kepala sekolah.
4.  Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C diisi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
5.  Ijazah ditulis tangan dengan tulisan huruf  yang baik, benar, jelas, rapi, mudah dibaca, dan bersih dengan menggunakan tinta warna hitam yang tidak mudah luntur dan tidak mudah dihapus.
6.  Jika terjadi kesalahan dalam pengisian, ijazah tidak boleh dicoret, ditimpa, atau di tipe-ex dan harus diganti dengan blangko yang baru.
7.  Ijazah  yang  salah  dalam  pengisian sebelum  dimusnahkan disilang  dengan  tinta  warna hitam  pada  kedua  sudut  yang  berlawanan pada  halaman  depan  dan  belakang  serta dimusnakan dengan berita acara yang ditandatangani oleh kepala sekolah untuk ijazah SD, SDLB,  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  SMK serta dinas  kabupaten/kota  untuk  ijazah Paket A, Paket B, dan Paket Cyang disaksikan oleh pihak kepolisian.
8.  Jika terdapat sisa blangko Ijazah SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK di sekolah, Kepala Sekolah mengembalikan sisa blangko Ijazah tersebut ke Dinas Pendidikan Provinsi melalui Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kotadengan disertai berita  acara  yang ditanda-tangani  oleh  kepala  sekolah  disaksikan  oleh  pihak  kepolisian  dan  Dinas Pendidikan. 
9.  Jika terdapat sisa blangko ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C di kabupaten/kota, Dinas Kabupaten/Kota  mengembalikan sisa  blangko Ijazah  tersebut  ke Dinas  Pendidikan Provinsi dengan  berita  acara  yang  di  tandatangani  oleh  kepala Dinas  Pendidikan  dan disaksikan oleh pihak kepolisian.
10.  Sisa  blangko  Ijazah  yang  terdapat  di Dinas  Pendidikan  Provinsi dimusnahkan  paling lambat 31 Desember 2015 dengan berita acara pemusnahan disaksikan oleh pejabat Dinas Pendidikan Provinsi dan pihak kepolisian.
11.  Berita    acara  pemusnahan  harus  dilaporkan  ke Pelaksana  UN Tingkat  Pusat  (Balitbang Kemdikbud). 
12.  Bagi  siswa  pemilik  Ijazah  yang  sudah  pindah  domisili,  Ijazah  dapat  diambil  ke  satuan pendidikan  yang  menerbitkan  atau  satuan  pendidikan  yang  menerbitkan  dapat mengirimkan  Ijazah  tersebut  ke  satuan  pendidikan/Dinas  Pendidikan yang  berdekatan dengan  domisili siswa  tersebut. Ijazah  dikirim  melalui  Pos  Tercatat  dan terjamin  tidak hilang, tidak rusak, dan dapat diterima oleh siswa yang bersangkutan.
13.  Satuan  pendidikan/Dinas  Pendidikan  tidak  diperkenankan  untuk  menahan  atau  tidak memberikan Ijazah kepada pemilik Ijazah yang sah dengan alasan apapun.
14.  Pengisian ijazah menggunakan tata penulisan Bahasa Indonesia yang baku dan benar.

B. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN DEPAN
1. BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK.
a.  Pengisian kepala sekolah adalah nama sekolah yang menerbitkan ijazah sesuai dengan nomenklatur.
b.  Pengisian nama pemilik ijazah menggunakan HURUF KAPITAL sebagai berikut:
1)  SD  dan  SDLB,  sesuai  dengan  yang  tercantum    pada  akte  kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB, dan SMK sesuai  dengan  yang  tercantum  pada Ijazah  yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
c.  Pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik ijazah sebagai berikut:
1)  SD  dan  SDLB,  sesuai  dengan  yang  tercantum  pada akte  kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK, sesuai  dengan  yang  tercantum  pada Ijazah  yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai  akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.  
d.  Pengisian nama orang tua/wali pemilik ijazah sebagai berikut:
1)  SD  dan  SDLB, sesuai  dengan  yang  tercantum    pada  akte  kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK, sesuai  dengan  yang  tercantum  pada Ijazah  yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai  akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya;
3)  Wali dituliskan bila pemilik ijazah menjadi tanggungjawab pihak tertentu  dalam kelangsungan hidup atau pelaksanaan pendidikannya. Nama wali dituliskan sesuai dengan dokumen kelahiran/identitas yang sah sesuai peraturan perundangan.
e.  Pengisian no induk siswa pemilik ijazah  sesuai dengan nomor induk siswa   pada suatu satuan pendidikan seperti tercantum pada buku induk.
f.  Pengisian nomor induk siswa nasional pemilik ijazah sesuai dengan nomor induk siswa nasional yang tercantum pada buku induk. Nomor induk siswa nasional terdiri atas 10 digit yaitu 3 (tiga) digit pertama tentang tahun lahir pemilik ijazah dan 7 (tujuh) digit akhir tentang nomor pemilik ijazah yang diacak oleh sistem di Kemdikbud.
g.  Pengisian  nomor  peserta  Ujian  Nasional  terdiri  atas  14  (empat  belas)  digit  sesuai dengan nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan  yang  tertera  di Sertifikat Hasil  Ujian  Nasional  (SHUN).  1(satu)  digit  berisi informasi jenjang pendidikan, 2(dua) digit berisi informasi tahun, 2(dua) digit berisi informasi  kode  provinsi,  2(dua)  digit  berisi  informasi  kode  kabupaten/kota,  3(tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3(tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1(satu) digit berisi informasi validasi. Untuk  Ijazah SD dan SDLB pengisian nomor peserta  ujian  sekolah  ditentukan  oleh  setiap  Dinas  Pendidikan  Provinsi  atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
 Contoh: SD             ditentukan setiap provinsi atau kabupaten/kota
 SMP           2-15-01-04-294-193-6       
 SMA          3-15-02-21-428-215-2          
 SMK          4-15-02-21-428-215-2         
h.  Pengisian sekolah asal pemilik ijazah adalah sekolah tempat pemilik ijazah menempuh pendidikan.  Bagi  satuan  pendidikan  yang  menamatkan  peserta  didik tetapi  satuan pendidikan  tersebut belum  terakreditasi, Ijazah  diterbitkan satuan  pendidikan yang terakreditasi yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 
Contoh:  Sekolah A sudah terakreditasi dan sekolah B belum diakreditasi maka Ijazah peserta didik dari sekolah B diterbitkan oleh sekolah A sehingga pengisian sekolah asal dituliskan sekolah B. 
i.  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan ijazah sebagai berikut:
1) Untuk  SD,  SDLB,  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK adalah  nama kabupaten/kota tempat penerbitan, diikuti dengan tanggal ditulis angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Medan, 10 Juni 2015
2)  Untuk Sekolah Indonesia Luar Negeri  SD, SMP dan SMA adalah nama kota negara tempat  penerbitan,  diikuti  dengan  tanggal  ditulis  angka  (2  digit)  dan bulan  ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Moskow, 10 Juni 2015
j.  Pengisian nama kepala sekolah adalah nama kepala sekolah satuan pendidikan  yang menerbitkan ijazah dan dibubuhkan tanda tangan. Bagi kepala sekolah pegawai negeri sipil diisi NIP, sedangkan kepala sekolah  yang bukan pegawai negeri sipil diisi satu buah garis/strip (-). Bila kepala sekolah masih dijabat Pelaksana Tugas (Plt) mengacu pada surat BSNP Nomor: 0004/SDAR/BSNP/IV/2012 tanggal 19 April 2012, sebagai berikut:
a) ijazah  dapat  ditandatangani  oleh  Plt  Kepala  Sekolah  dan  memiliki  jabatan fungsional guru, dan diberikan mandat oleh Bupati/Walikota; 
b) bila  Plt  Kepala  Sekolah  tidak  memiliki  jabatan  fungsional  guru  maka Bupati/Walikota  dapat  menunjuk  Wakil  Kepala  Sekolah  yang  memiliki  jabatan fungsional guru, dengan memberi surat mandat.
k.  Stempel  atau  cap  yang  digunakan  adalah  stempel  sekolah  yang  menerbitkan  ijazah sesuai dengan nomenklatur. 
l.  Pasfoto adalah pasfoto peserta didik yang terbaru ukuran 3 cm x 4 cm hitam putih atau berwarna,  dibubuhi  cap  tiga  jari  tengah  tangan  kiri  pemilik  ijazah serta  stempel menyentuh pasfoto. 
m.  Nomor  ijazah  adalah  sistem  pengkodean  pemilik  ijazah yang  mencakup kode penerbitan (dalam negeri –DN atau luar negeri –LN dan kode provinsi), kode jenjang pendidikan, kode jenis satuan pendidikan, dan nomor seri dari setiap pemilik ijazah.

Keterangan sistem pengkodean sebagai berikut: 
1)  kode penerbitan 
a)  Dalam Negeri (DN) dan provinsi
DN-01 = Provinsi DKI Jakarta
DN-02 = Provinsi Jawa Barat
DN-03 = Provinsi Jawa Tengah 
DN-04 = Provinsi DI Yogyakarta
DN-05 = Provinsi Jawa Timur
DN-06 = Provinsi Aceh
DN-07 = Provinsi Sumatera Utara
DN-08 = Provinsi Sumatera Barat
DN-09 = Provinsi Riau
DN-10 = Provinsi Jambi
DN-11 = Provinsi Sumatera Selatan
DN-12 = Provinsi Lampung
DN-13 = Provinsi Kalimantan Barat
DN-14 = Provinsi Kalimantan Tengah
DN-15 = Provinsi Kalimantan Selatan
DN-16 = Provinsi Kalimantan Timur
DN-17 = Provinsi Sulawesi Utara
DN-18 = Provinsi Sulawesi Tengah
DN-19 = Provinsi Sulawesi Selatan
DN-20 = Provinsi SulawesiTenggara
DN-21 = Provinsi Maluku
DN-22 = Provinsi Bali
DN-23 = Provinsi Nusa Tenggara Barat
DN-24 = Provinsi Nusa Tenggara Timur
DN-25 = Provinsi Papua
DN-26 = Provinsi Bengkulu
DN-27 = Provinsi Maluku Utara
DN-28 = Provinsi Bangka Belitung
DN-29 = Provinsi Gorontalo
DN-30 = Provinsi Banten
DN-31 = Provinsi Kepulauan Riau
DN-32 = Provinsi Sulawesi Barat
DN-33 = Provinsi Papua Barat
DN-34 = Provinsi Kalimantan Utara

b) Luar Negeri (LN) dan sekolah Indonesia Luar Negeri
LN-01 = Sekolah Indonesia Wassenar
LN-02 = Sekolah Indonesia Moskow
LN-03 = Sekolah Indonesia Cairo
LN-04 = Sekolah Indonesia Riyadh
LN-05 = Sekolah Indonesia Jeddah
LN-06 = Sekolah Indonesia Islamabad
LN-07 = Sekolah Indonesia Yangoon
LN-08 = Sekolah Indonesia Bangkok
LN-09 = Sekolah Indonesia Kuala Lumpur
LN-10 = Sekolah Indonesia Singapura
LN-11 = Sekolah Indonesia Tokyo
LN-12 = Sekolah Indonesia Damascus
LN-13 = Sekolah Indonesia Davao
LN-14 = Sekolah Indonesia Kinabalu

LN-01 = Program Paket Singapura 
LN-02 = Program Paket Malaysia (Kuala Lumpur, Kinabalu, Kuching)
LN-03 = Program Paket Hongkong (Hongkong, Makau)
LN-04 = Program Paket Arab Saudi (Riyadh)

2) Kode jenjang pendidikan meliputi:
D = Pendidikan Dasar
M= Pendidikan Menengah

3) Jenis satuan pendidikan, meliputi:
Dd   = SD
Ddb = SDLB
DI    = SMP
Dlb  = SMPLB
Ma   = SMA
Mab = SMALB
Mk  = SMK

4)  Nomor seri pemilik ijazah terdiri atas tujuh digit angka mulai dari 0000001 sampai dengan 9999999 untuk setiap provinsi.

2. BLANGKO PAKET A, PAKET B, DAN PAKET C
a. Pengisian Kepala adalah nama jabatan instansi yang menerbitkan ijazah: 
1)  Ijazah  Paket  A,  Paket  B, dan Paket  C ditulis  jabatan  kepala  dinas  kabupaten/kota sesuai  dengan  nomenklatur.  Dalam  hal  tidak  ada  kepala  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota definitif,  nama  dinas  pendididkan  kabupaten/kota  diganti  dengan nama bidang yang relevan pada Dinas Pendidikan Provinsi;
2)  Ijazah luar negeri diisi dengan nama Atase pendidikan atau konsulat jenderal atau konsul pada perwakilan RI setempat. Dalam hal pelaksana UNPK di luar negeri tidak berada dalam pembinaan atase pendidikan atau konsulat jenderal atau konsul pada perwakilan RI setempat, diisi oleh direktur pada direktorat terkait di Kemdikbud.
3)  Pengisian  kabupaten/kota  adalah  nama  kabupaten/kota  tempat  program  Paket  A, Paket  B,  dan  Paket  C  berada.  Dalam  hal  ada  perubahan  atau  pemekaran  wilayah maka tetap menggunakan nama wilayah sebelum pemekaran atau penggantian nama kabupaten/kota.
4)  Pengisian  provinsi  adalah  nama  provinsi  tempat  program  Paket  A,  Paket  B,  dan Paket  C  berada.  Dalam  hal  ada  perubahan  atau  pemekaran  wilayah  maka  tetap menggunakan nama wilayah sebelum pemekaran atau penggantian nama provinsi.
b. Pengisian nama pemilik ijazah menggunakan HURUF KAPITAL sebagai berikut: 
1)  Paket A sesuai dengan yang tercantum  pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  Paket B danPaket C sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
c. Pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik ijazah sebagai berikut:
1)  Paket A, sesuai dengan yang tercantum  pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  Paket B dan  Paket C sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
d. Pengisian nama orang tua/wali pemilik Ijazah sebagai berikut: 
1)  Paket A sesuai dengan yang tercantum  pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  Paket B dan  Paket C sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya;
3)  Wali  dituliskan  bila  pemiliki  ijazah  menjadi  tanggungjawab  pihak  tertentu  dalam kelangsungan hidup atau pelaksanaan pendidikannya. Nama wali dituliskan sesuai dengan dokumen kelahiran/identitas yang sah sesuai peraturan perundangan.
e. Pengisian nomor induk pemilik ijazah adalah sesuai dengan nomor induk pemilik ijazah yang tercantum pada buku induk di Paket A, Paket B, dan Paket C.
f.  Pengisian nomor peserta ujian nasional terdiri atas 14 (empat belas) digit sesuai dengan nomor  peserta  yang  tertera  pada  kartu  tanda  peserta  Ujian  Nasional  dan  sama  dengan yang  tertera  di Sertifikat Hasil  Ujian  Nasional  (SHUN).  1  (satu)  digit  berisi  informasi jenjang  pendidikan,  2  (dua)  digit  berisi  informasi  tahun,  2  (dua)  digit  berisi  informasi kode provinsi, 2 (dua) digit berisi informasi kode Kabupaten/ Kota, 3 (tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi. Untuk  Ijazah Paket A pengisian nomor peserta  ujian sekolah ditentukan  oleh  setiap  Dinas  Pendidikan  Provinsi  atau  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota.
Contoh: Paket A                ditentukan setiap provinsi atau kabupaten/kota
Paket B                B-15-01-04-294-193-6
Paket C                C-15-02-21-428-215-2
g. Pengisian  penyelenggara  ujian  adalah  nama  instansi  atau  nama  lembaga  satuan pendidikan  non  formal  yang  ditetapkan  Bupati/Walikota  atau  pejabat  yang  ditunjuk, sebagai pelaksana ujian nasional/ujian sekolah.
h. Pengisian  satuan  pendidikan  asal  adalah  satuan  pendidikan  asal  pemilik  ijazah menempuh pendidikan sebelumnya :
1) Paket A, dapat berasal dari SD/MI (tidak lulus dan drop out);
2) Paket B, dapat berasal dari lulusan SD, Paket A, MI, dan SMP/MTs (tidak lulus dan drop out);
3) Paket C, dapat berasal dari lulusan Paket B, SMP/MTs, dan SMA/MA (tidak lulus dan drop out);
i.  Pengisian kelompok belajar adalah nama tempat pemilik ijazah menempuh pendidikan, misalnya PKBM, SKB atau yang sederajat.
j.  Pengisian desa/kelurahan adalah nama desa/kelurahan dimana kelompok belajar pemilik ijazah berada atau menempuh pendidikan. Untuk Ijazah peserta didik luar negeri dapat dikosongkan. 
k. Pengisian kecamatan  adalah nama kecamatan kelompok belajar pemilik ijazah berada. Untuk Ijazah peserta didik luar negeri dapat dikosongkan.
l.  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Ijazah sebagai berikut:
1)  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan ijazah adalah nama kabupaten/kota tempat  penerbitan,  diikuti  dengan  tanggal ditulis  angka  (2  digit)  dan bulan  ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Medan, 10 Juni 2015
2)  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C Luar Negeri adalah nama tempat sesuai POS UN yang di tetapkan oleh BSNP, diikuti dengan tanggal ditulis angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak  boleh  disingkat)  penerbitan  ijazah  sesuai  dengan  tanggal  pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Kinabalu, 10 Juni 2015

m. Pengisian nama lengkap Pejabat dan NIP yang menandatangani Ijazah serta dibubuhkan tanda tangan dengan ketentuan sebagai berikut:
1)  Ijazah Paket A, Paket B, dan Paket C ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
2)  Ijazah  Paket  A,  Paket  B,  dan  Paket  C Luar  Negeri ditandatangani  oleh  Atase pendidikan atau konsulat jenderal atau konsul pada perwakilan RI setempat.
n. Stempel yang digunakan adalah stempel sesuai dengan nomenklatur pada butir a.
o. Pasfoto adalah pasfoto pemilik Ijazah yang terbaru, dibubuhi cap tiga jari tengah tangan kiri serta stempel menyentuh pasfoto.
p. Nomor ijazah adalah sistem pengkodean pemilik ijazah yang mencakup kode  penerbitan (dalam negeri - DN atau luar negeri –LN dan kode provinsi), kode jenjang pendidikan, kode  jenis  satuan  pendidikan,  dan  nomor  seri  dari  setiap  pemilik  ijazah.  Keterangan sistem pengkodean sebagai berikut: 
1)  kode penerbitan Dalam Negeri (DN) dan provinsi
DN-01 = Provinsi DKI Jakarta
DN-02 = Provinsi Jawa Barat
DN-03 = Provinsi Jawa Tengah 
DN-04 = Provinsi DI Yogyakarta
DN-05 = Provinsi Jawa Timur
DN-06 = Provinsi Aceh
DN-07 = Provinsi Sumatera Utara
DN-08 = Provinsi Sumatera Barat
DN-09 = Provinsi Riau
DN-10 = Provinsi Jambi
DN-11 = Provinsi Sumatera Selatan
DN-12 = Provinsi Lampung
DN-13 = Provinsi Kalimantan Barat
DN-14 = Provinsi Kalimantan Tengah
DN-15 = Provinsi Kalimantan Selatan
DN-16 = Provinsi Kalimantan Timur
DN-17 = Provinsi Sulawesi Utara
DN-18 = Provinsi Sulawesi Tengah
DN-19 = Provinsi Sulawesi Selatan
DN-20 = Provinsi SulawesiTenggara
DN-21 = Provinsi Maluku
DN-22 = Provinsi Bali
DN-23 = Provinsi Nusa Tenggara Barat
DN-24 = Provinsi Nusa Tenggara Timur
DN-25 = Provinsi Papua
DN-26 = Provinsi Bengkulu
DN-27 = Provinsi Maluku Utara
DN-28 = Provinsi Bangka Belitung
DN-29 = Provinsi Gorontalo
DN-30 = Provinsi Banten
DN-31 = Provinsi Kepulauan Riau
DN-32 = Provinsi Sulawesi Barat
DN-33 = Provinsi Papua Barat
DN-34 = Provinsi Kalimantan Utara

b) Luar Negeri (LN) dan sekolah Indonesia Luar Negeri
LN-01 = Sekolah Indonesia Wassenar
LN-02 = Sekolah Indonesia Moskow
LN-03 = Sekolah Indonesia Cairo
LN-04 = Sekolah Indonesia Riyadh
LN-05 = Sekolah Indonesia Jeddah
LN-06 = Sekolah Indonesia Islamabad
LN-07 = Sekolah Indonesia Yangoon

LN-08 = Sekolah Indonesia Bangkok
LN-09 = Sekolah Indonesia Kuala Lumpur
LN-10 = Sekolah Indonesia Singapura
LN-11 = Sekolah Indonesia Tokyo
LN-12 = Sekolah Indonesia Damascus
LN-13 = Sekolah Indonesia Davao.
LN-14 = Sekolah Indonesia Kinabalu

LN-01 = Program Paket Singapura 
LN-02 = Program Paket Malaysia (Kuala Lumpur, Kinabalu, Kuching)
LN-03 = Program Paket Hongkong (Hongkong, Makau)
LN-04 = Program Paket Arab Saudi (Riyadh)

2)  Kode jenjang pendidikan meliputi:
D = Pendidikan Dasar (Paket A dan Paket B)
M = Pendidikan Menengah (Paket C dan Paket C Kejuruan)

3)  Kode Satuan Pendidikan Non formal, meliputi:
PA = Pendidikan Kesetaraan Paket A
PB = Pendidikan Kesetaraan Paket B
PC = Pendidikan Kesetaraan Paket C dan Paket C Kejuruan.

4)  Nomor  seri  pemilik  ijazah  terdiri  atas  tujuh  digit  angka  mulai  dari  0000001 sampai dengan 9999999 untuk setiap provinsi.

C. PETUNJUK KHUSUS PENGISIAN HALAMAN BELAKANG
1.  BLANGKO IJAZAH SD, SDLB, SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK.
a.  Pengisian nama pemilik Ijazah menggunakan HURUF KAPITAL sebagai berikut:
1)  SD  dan  SDLB, sesuai  dengan  yang  tercantum    pada  akte  kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK, sesuai dengan  yang  tercantum  pada Ijazah  yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai  akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
b.  Pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah sebagai berikut:
1)  SD  dan  SDLB, sesuai  dengan  yang  tercantum    pada  akte  kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2)  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK, sesuai  dengan  yang  tercantum  pada Ijazah  yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai  akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
c.  Pengisian no induk siswa pemilik ijazah  sesuai dengan nomor induk siswa   pada suatu satuan pendidikan seperti tercantum pada buku induk.
d.  Pengisian nomor induk nasional pemilik Ijazah sesuai dengan nomor induk siswa yang tercantum pada buku induk. Nomor induk nasional terdiri atas 10 digit yaitu tiga digit pertama tentang tahun lahir pemilik ijazah dan tujuh digit ahir tentang nomor pemilik ijazah yang diacak oleh sistem di Kemdikbud.
e.  Pengisian Nilai Rata-Rata Rapor:
1)  SD dan SDLB, adalah rata-rata nilai dari semester 7, 8, 9, 10, dan 11
2)  SMP dan SMPLB, adalah rata-rata nilai dari semester 1, 2, 3, 4, dan 5
3)  SMA, SMALB, dan SMK, adalah rata-rata nilai dari semester 3, 4, dan 5
4)  Bagi SMA yang menggunakan sistem SKS, adalah rata-rata nilai dari semester 1 sampai dengan 5

f.  Pengisian  Nilai  Ujian  Sekolah  adalah  nilai  hasil  ujian  tiap  mata pelajaran  yang diselenggarakan sekolah.
g.  Pengisian Nilai Sekolah sebagai berikut:
1)  Untuk  SD  dan  SDLB  adalah  gabungan  nilai  rata-rata  rapor  dengan  nilai  ujian sekolah  yang  perbandingannya  ditentukan  oleh  Dinas  Pendidikan  Provinsi  atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 
2)  Untuk SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK adalah nilai gabungan rata-rata rapor dan nilai ujian sekolah dengan perbandingan  antara 50% sampai dengan 70% untuk rata-rata Rapor dan antara 30% sampai dengan 50%  untuk ujian sekolah.
Perbandingan ini ditentukan oleh satuan pendidikan.
h.   Pengisian Nilai  Rata-rata  Rapor,  Nilai  Ujian  Sekolah,  Nilai  Sekolah untuk  SMP, SMPLB, SMA, SMALB, dan SMK  dengan rentang nilai 0 -100 dengan satu desimal di belakang koma. 
i.  Pengisian rentang nilai dan digit di belakang koma untuk Nilai Rata--rata Rapor, Nilai Ujian Sekolah, dan Nilai Sekolah di SD dan SDLB ditentukan oleh Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
j.  Khusus untuk satuan pendidikan Sekolah Menengah  Kejuruan daftar mata pelajaran dan petunjuk penulisan yang diterbitkan Direktorat Pembinaan SMK.
k.  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Ijazah sebagai berikut:
1)  Untuk  SD,  SDLB,  SMP,  SMPLB,  SMA,  SMALB,  dan  SMK  adalah  nama kabupaten/kota  tempat  penerbitan,  diikuti  dengan  tanggal  ditulis  angka  (2  digit) dan bulan  ditulis  dengan  menggunakan  huruf  (tidak  boleh  disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Medan, 10 Juni 2015


2)  Untuk  Sekolah  Indonesia  Luar  Negeri SD,  SMP,  dan  SMA adalah  nama  kota negara tempat penerbitan, diikuti dengan tanggal ditulis angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Moskow, 10 Juni2015

l.  Pengisian  nama  kepala  sekolah  adalah  kepala  sekolah  satuan  pendidikan  masing-masing dan dibubuhkan  tanda tangan bagi kepala sekolah  yang pegawai negeri sipil diisi garis/strip (-)
m.  Stempel  yang  digunakan  adalah  stempel  sekolah  satuan  pendidikan  masing-masing sesuai nomenklatur.

2.  BLANGKO IJAZAH PAKET A, PAKET B, dan PAKET C
a.  Pengisian nama pemilik Ijazah menggunakan HURUF KAPITAL sebagai berikut:
1) Paket A, sesuai dengan yang tercantum  pada akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan;
2) Paket B, Paket C, dan Paket C Kejuruan, sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang  diperoleh  dari  jenjang  pendidikan  sebelumnya,  atau  sesuai  akte kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan  perundangan,  apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
b.  Pengisian tempat dan tanggal lahir pemilik Ijazah sebagai berikut:
1) Paket  A, pada  akte  kelahiran/dokumen  kelahiran  yang  sah  sesuai  peraturan perundangan;
2) Paket B dan Paket C sesuai dengan yang tercantum pada Ijazah yang diperoleh dari jenjang pendidikan sebelumnya, atau sesuai akte kelahiran/dokumen kelahiran yang sah sesuai peraturan perundangan, apabila terdapat kekeliruan pengisian pada ijazah sebelumnya.
c.  Pengisian  nomor  induk  pemilik  Ijazah  sesuai  dengan  nomor  induk  siswa  yang tercantum pada buku induk.
d.  Pengisian  nomor  Peserta  Ujian  Nasional  terdiri  atas  14  (empat  belas)  digit  sesuai dengan  nomor peserta yang tertera pada kartu tanda peserta Ujian Nasional dan sama dengan yang tertera di Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SKHUN). 1 (satu) digit berisi informasi jenjang pendidikan, 2 (dua) digit berisi informasi  kode tahun, 2 (dua) digit berisi  informasi    kode  provinsi,  2  (dua)  digit  berisi  informasi  kode  kabupaten/kota, 3(tiga) digit berisi informasi kode sekolah, 3 (tiga) digit berisi informasi kode, 3(tiga) digit berisi kode urut peserta, dan 1 (satu) digit berisi informasi validasi.Untuk Ijazah
Paket A pengisian nomor peserta ujian sekolah ditentukan oleh setiap Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
Contoh: Paket A                ditentukan setiap provinsi atau kabupaten/kota
  Paket B                B-15-01-04-294-193-6
  Paket C                C-15-02-21-428-215-2
e.  Pengisian nilai rata-rata derajat kompetensi:
1)  Paket A, adalah rata-rata nilai dari semester 7, 8, 9, 10, dan 11
2)  Paket B, adalah rata-rata nilai dari semester 1, 2, 3, 4, dan 5
3)  Paket C adalah rata-rata nilai dari semester 3, 4, dan 5
f.  Pengisian  Nilai  Ujian  Pendidikan  Kesetaraan  adalah  nilai  hasil  ujian  mata  pelajaran yang diselenggarakan satuan pendidikan non formal  yaitu kelompok belajar, PKBM, SKB atau yang sederajat. 
g.  Pengisian Nilai Pendidikan Kesetaraan sebagai berikut:
1)  Untuk  Paket  A  adalah  gabungan  nilai  rata-rata  derajat  kompetensi  dengan  nilai ujian  pendidikan  kesetaraan  yang  perbandingannya  ditentukan  oleh  Dinas Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. 
2)  Untuk Paket B dan Paket C adalah nilai gabungan rata-rata derajat kompetensi dan ujian pendidikan kesetaraan dengan  perbandingan  antara 50% sampai dengan 70% untuk rata-rata derajat kompetensi dan antara 30% sampai dengan 50%  untuk ujian pendidikan  kesetaraan.  Perbandingan  ini  ditentukan  oleh Dinas  Pendidikan Provinsi atau Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Surat Keputusan Kepala Dinas.
a.  Pengisian  Nilai  Rata-Rata  Derajat  Kompetensi,  Nilai  Ujian  Pendidikan  Kesetaraan, Nilai Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C dengan rentang nilai 0 -100 dengan satu desimal di belakang koma. 
b.  Pengisian dan  rentang  nilai  serta  digit  di  belakang  koma  untuk Nilai  Derajat Kompetensi,  Nilai  Ujian  Pendidikan  Kesetaraan,  dan Nilai  Pendidikan  Kesetaraan Paket  A  ditentukan  oleh  Dinas  Pendidikan  Provinsi  atau  Dinas  Pendidikan Kabupaten/Kota.
c.  Pengisian nama tempat dan tanggal penerbitan Ijazah sebagai berikut:
1)  Untuk  Paket  A,  Paket  B, dan Paket  C  adalah  nama  kabupaten/kota  tempat penerbitan, diikuti dengan tanggal ditulis angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan  huruf  (tidak  boleh  disingkat)  penerbitan  ijazah  sesuai  dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Medan, 10 Juni 2015
2)  Untuk Paket A, Paket B, dan Paket C di luar negeri adalah nama tempat sesuai POS UN yang ditetapkan BSNP, diikuti dengan tanggal ditulis angka (2 digit) dan bulan ditulis dengan menggunakan huruf (tidak boleh disingkat) penerbitan ijazah sesuai dengan tanggal pengumuman kelulusan di satuan pendidikan.
Contoh:  Kinabalu, 10 Juni 2015
d.  Pengisian  nama  kepala  adalah  kepala Dinas  Pendidikan  Kabupaten/Kota  penerbit Ijazah dibubuhkan  tanda tangan kepala dinas atau pejabat yang ditunjuk dan dituliskan NIPnya.
e.  Stempel  yang  digunakan  adalah  stempel  dinas  pendidikan kabupaten/kota  masing-masing sesuai nomenklatur.

DOWNLOAD JUKNIS ATAU PEDOMAN PENGISIAN BLANGKOIJAZAH SATUAN PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH TAHUN PELAJARAN 2014/2015 (Klik Di Sini) 




BACA INFORMASI PENTING LAINNYA

Blog, Updated at: 10:43 AM

1 comments:

Search This Blog

STATISTIK BLOG

INFO LOWONGAN KERJA

Download

Download

Download Prota, dll

------------------------------

-----------------------------

----------------------------

CB