MATERI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH : PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (MATERI DIKLAT UNTUK MEMPEROLEH NUKS)

Posted by N Nurul Kamis, 27 Februari 2014 0 komentar

A.     Pengertian  Penelitian Tindakan Sekolah
PTS adalah penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti (umumnya juga praktisi) di sekolah untuk membuat peneliti lebih profesional terhadap pekerjaannya, memperbaiki praktik-praktik kerja, dan melakukan inovasi sekolah serta mengembangkan ilmu pengetahuan terapan (professional knowledge).
Berdasarkan definisi tersebut, maka ciri utama PTS adalah melakukan tindakan nyata untuk memperbaiki situasi atau melakukan inovasi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran sehingga mampu menghasilkan siswa yang berpikir kritis, kreatif, inovatif, cakap dalam menyelesaikan masalah, dan bernaluri kewirausahaan.

B.    Tujuan Penelitian Tindakan Sekolah
Tujuan PTS adalah sebagai berikut.
1.      Memperbaiki situasi sekolah saat ini.
2.      Meningkatkan mutu input, proses, dan output sekolah.
3.      Mengembangkan inovasi input, proses, dan output sekolah.
4.      Meningkatkan kinerja sekolah yang terkait dengan mutu, inovasi, keefektifan, efisiensi, dan produkivitas sekolah.
5.      Meningkatkan kemampuan profesional sebagai kepala sekolah.
6.      Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah.
7.      Membimbing guru dalam merencanakan, melaksanakan, melaporkan, dan menindaklanjuti hasil PTS.
8.      Mengembangkan ilmu terapan/praktis (professional knowledge).

C.    Ciri-ciri Penelitian Tindakan Sekolah
Ciri utama PTS adalah sebagai berikut.
1.      Adanya tindakan nyata untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi.
2.      Bersifat kualitatif, meskipun dapat menggunakan data kuantitatif.
3.      Didasarkan pada masalah atau tantangan yang dihadapi kepala sekolah.
4.      Ada perubahan positif pada kepala sekolah dan sekolahnya.
5.      Penelitian dilakukan secara kolaboratif antara peneliti bersama warga sekolah baik guru, tenaga kependidikan, pengawas, siswa, maupun pihak-pihak lain yang terkait.
6.      Peneliti juga bertindak sebagai praktisi yang melakukan refleksi.
7.      Setiap siklus memiliki empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan/evaluasi, dan refleksi.
8.      Jumlah siklus tergantung pencapaian tujuan PTS. Jika satu siklus belum mencapai tujuan maka dapat dilanjutkan pada siklus ke dua, dan seterusnya.
9.      Tidak ada rumusan hipotesis karena PTS tidak untuk menguji hipotesis.

D.    Etika dalam Melaksanakan Penelitian Tindakan Sekolah
Ketika melaksanakan PTS perlu memperhatikan etika antara lain sebagai berikut.
1.      Bersikap jujur yaitu tidak plagiat, tidak fiktif, tidak merubah data, dan menuliskan sumber referensi yang dikutip.
2.      Tidak boleh mengganggu tugas pokok dan fungsi sebagai kepala sekolah.
3.      Tidak boleh mengganggu proses pembelajaran dan tugas mengajar guru serta kegiatan pendidikan yang sedang berlangsung di sekolah.
4.      Jangan terlalu banyak menyita waktu dalam pengambilan data.
5.      Meminta ijin kepada orang-orang yang diteliti.
6.      Menjamin kerahasiaan data responden yang diteliti.

 Perbedaan penelitian tindakan oleh pengawas sekolah, kepala sekolah, dan guru adalah seperti Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Perbedaan Penelitian Tindakan oleh Pengawas Sekolah, Kepala Sekolah, dan Guru
Peneliti
Ruang Lingkup Penelitian
Subjek Penelitian
Aspek yang Diteliti
Pengawas
sekolah
Sekolah
Pengawas Sekolah/
Kepala sekolah


·      Delapan Standar Nasional Pendidikan.
·      Tugas pokok dan fungsi pengawas sekolah/kepala sekolah.
·      Peranan pengawas sekolah/kepala sekolah.
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan Menyelesaikan masalah.
Guru



·      Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
·      Tugas pokok dan fungsi guru.
·      Peranan guru.
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Tenaga kependidikan



·      Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium, Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.
·      Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.
·      Peranan tenaga kependidikan.
·       Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaian masalah.
Kepala sekolah
Sekolah
Kepala Sekolah





·      Delapan Standar Nasional Pendidikan.
·      Tugas pokok dan fungsi kepala sekolah.
·      Peranan kepala sekolah.
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah
Guru

·      Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
·      Tugas pokok dan fungsi guru.
·      Peranan guru.
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Tenaga kependidikan


·      Standar Tenaga Administrasi, Standar Tenaga Laboratorium, Standar Tenaga Perpustakaan, dan Standar Tenaga Kependidikan lainnya.
·      Tugas pokok dan fungsi tenaga kependidikan.
·      Peranan tenaga kependidikan. .
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Siswa
·      Standar Kompetensi Lulusan.
·      Standar Penilaian.
·      Berpikir Kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Guru
Kelas
Guru





·      Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik.
·      Tugas pokok dan fungsi guru.
·      Peranan guru.
·      Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Siswa
·         Standar Kompetensi Lulusan.
·         Standar Penilaian.
·         Kegiatan Kesiswaan.
·         Berpikir kritis, kreatif, inovatif, jiwa kewirausahaan, dan kemampuan memecahkan masalah.

Perbedaan antara PTS dengan bukan PTS sebagaimana Tabel 2 beikut.

Tabel 2. Perbedaan PTS dengan Bukan PTS
Aspek
PTS
Bukan PTS
Dilaksanakan oleh
Praktisi yaitu kepala sekolah, pengawas sekolah.
Teoretisi yaitu ilmuan di luar sekolah.
Tujuan penelitian
Tidak untuk menguji teori tetapi untuk memecahkan masalah, menghadapi tantangan, memperbaiki situasi sekolah. Tidak ada hipotesis.
Tidak untuk solusi yang berlaku umum (tidak untuk membuat generalisasi).
Menguji teori melalui hipotesis dan atau mengembangkan pengetahuan baru.

Untuk membuat generalisasi.
Jenis data
Kualitatif/dan atau kuantitatif
Kualitatif/dan atau kuantitatif.
Maksud pengumpulan dan analisis data
Menyelesaikan masalah praktis, mengarahkan rencana tindakan.
Mendapatkan pemahaman terhadap gejala, dan menguji hipotesis.
Standar mutu penelitian

Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan situasi, kondisi, dan kinerja sekolah.
Hasil penelitian mampu memverifikasi teori.
Pemakai utama
Warga sekolah.
Ilmuwan, praktisi, birokrat, usahawan, dan masyarakat.


Langkah-langkah PTS yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Langkah-langkah PTS seperti Gambar 1 berikut Catatan: Pengamatan dilanjutkan Evaluasi.
Gambar 1. Langkah-langkah PTS

Siklus PTS meliputi empat langkah yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan evaluasi, serta refleksi. Masing-masing langkah dijelaskan sebagai berikut.

Perencanaan
Perencanaan adalah langkah awal yang dilakukan peneliti saat akan memulai tindakannya. Agar perencanaan mudah dipahami oleh peneliti yang akan melakukan tindakan, maka peneliti membuat rencana tindakan yang meliputi:
(a)    rumusan masalah yang akan dicari solusinya;
(b)    rumusan tujuan penyelesaian masalah/tujuan menghadapi tantangan/tujuan melakukan inovasi;
(c)    rumusan indikator keberhasilan pemecahan penyelesaian masalah/keberhasilan menghadapi tantangan/keberhasilan melakukan inovasi;
(d)    rumusan langkah-langkah kegiatan penyelesaian masalah/kegiatan menghadapi tantangan/kegiatan melakukan inovasi;
(e)    identifikasi warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya yang terlibat dalam penyelesaian masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi;
(f)     identifikasi metode pengumpulan data yang akan digunakan;
(g)    penyusunan instrumen pengamatan dan evaluasi;
(h)   penentuan waktu dan tempat pelaksanaan;
(i)     idenifikasi fasilitas yang diperlukan.

Pelaksanaan (Tindakan)
Pelaksanaan adalah penerapan dari perencanaan. Hal-hal yang harus diperhatikan oleh peneliti adalah sebagai berikut.
(a)    Apakah ada kesesuaian antara rencana tindakan dengan pelaksanaannya?
(b)    Hal-hal apa yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi?
(c)    Bagaimana cara melaksanakan tindakan untuk memecahkan masalah/menghadapi tantangan/melakukan inovasi?
(d)    Apakah tindakan yang dilaksanakan telah terarah pada pencapaian tujuan penelitian?
(e)    Seberapa besar pelaksanaan tindakan melibatkan warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya?
(f)     Apa peran masing-masing warga sekolah dan atau pihak-pihak terkait lainnya dalam melaksanakan tindakan?;

Pengamatan dan Evaluasi
Pengamatan adalah pencermatan terhadap pelaksanaan tindakan. Hal-hal yang diamati adalah proses tindakan yang berlangsung selama tahap pelaksanaan PTS. Pengamatan menggunakan instrumen yang berisi indikator-indikator proses tindakan. Evaluasi adalah proses penetapan hasil pelaksanaan tindakan berdasarkan indikator-indikator tujuan PTS yang telah ditetapkan. Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar untuk melakukan refleksi.

Refleksi
Refleksi dilakukan terhadap proses dan hasil pelaksanaan tindakan dan hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memperbaiki rencana tindakan pada siklus berikutnya untuk meningkatkan hasil yang lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA

Glikman, C.D., Gordon, S.P., & Gordon, J.M.R. 2007. Supervision and Instructional Leadrship A Developmental Approach. Seventh Edition. New York: Pearson Education, Inc.
Hopkins, D. 2008. A Teacher’s Guide to Classroom Research. Fourh Edition. Kondon: McGraw Hill.
Mills, G.E. 2003. Action Research A Guide for The Teacher Research. Second Edition. Upper Saddle River, New Jersey: Merrill Prentice Hall.
Stringer, E. 2004. Action Research in Education. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson Merrill Prentice Hall.
Tomlinson, H. 2005. Educational Leadership Personal Grwoth for Profesional Development. London: Sage.

Creswell, J. 2008. Educational Research: Quantitative & Qualitative. Upper Saddle River, New Jersey: Pearson International Edition.
Husaini Usman. 2009. Pengantar Penelitian Sosial. Edisi Ketiga. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemmis and McTaggart (1994) The Action Research Planner, Dekain University
McNiff, J., & Whitehead, J. 2002. Action Research: Principle and Practice. Second Edition. London: Routledge Falmer.
Suhardjono, A. Azis Hoesein, dkk (1995). Pedoman penyusunan KTI di Bidang Pendidikan dan Angka Kredit Pengembangan Profesi Guru. Digutentis, Jakarta : Diknas
Suhardjono. 2005. Laporan Penelitian Eksperimen dan Penelitian Tindakan Kelas sebagai KTI, makalah pada Pelatihan Peningkatan Mutu Guru di LPMP Makasar, Maret 2005
Suhardjono. 2009. Tanya jawab tentang PTK dan PTS, naskah buku.
Suharsimi, Arikunto. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Makalah pada Pendidikan dan Pelatihan (TOT) Pengembangan Profesi bagi Jabatan Fungsionla Guru, 11-20 Juli 2002 di Balai penataran Guru (BPG) Semarang.
Suharsimi, Suhardjono dan Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi Aksara
Supardi. 2005. Penyusunan Usulan, dan Laporan Penelitian Penelitian Tindakan Kelas, Makalah disampaikan pada “Diklat Pengembangan Profesi Widyaiswara”, Ditektorat Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasiona

TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: MATERI UJI KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH : PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH (MATERI DIKLAT UNTUK MEMPEROLEH NUKS)
Ditulis oleh N Nurul
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://forumgurunusantara.blogspot.com/2012/10/materi-uji-kompetensi-kepala-sekolah_8923.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

Forum Guru Indonesia

FORUM GURU INFONESIA | Copyright of FORUM GURU INDONESIA.